PENDIDIKAN
BERKARAKTER
Saat
ini dunia pendidikan santer membahas Pendidikan Berkarakter kalau melihat
dua kata tersebut "Pendidikan" dan "Karakter" kita bisa meng-asumsikan
pengertian dari dua suku kata tersebut. Pendidikan "usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk
memiliki kekuatan spiritual keagamaaan, pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya,
masyarakat, bangsa, dan Negara ( UU No.
20 tahun 2003 )", Karakter "cara berpikir dan berperilaku yang
menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup
keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Individu
yang berkarakter baik adalah individu yang bisa membuat
keputusan dan siap mempertanggungjawabkan tiap akibat dari keputusan yang ia
buat ( Ditjen Mandikdasmen - Kementerian Pendidikan Nasional )"
Kita
tarik kesimpulan bahwa pendidikan karakter adalah suatu usaha pengembangan dan
mendidik karakter seseorang, yaitu kejiwaan, akhlak dan budi pekerti kearah
perubahan menjadi lebih baik serta suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter
kepada peserta didik yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau
kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut. Pendidikan karakter dapat dimaknai sebagai "menggunakan semua dimensi kehidupan
sekolah untuk mendorong pengembangan
karakter optimal"
Menurut T. Ramli (2003), pendidikan
karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Tujuannya adalah
membentuk pribadi anak, supaya menjadi manusia yang baik, warga masyarakat, dan
warga negara yang baik.
Revitalisasi dunia pendidikan karakter Ini tercermin dari
tema Hardiknas, yaitu; "Pendidikan Karakter untuk Membangun Keberadaban
Bangsa" Kecendrungan moral yang
tidak sesuai dengan norma-norma peradaban salah satu pendorong munculnya Pendidikan Berkarakter yang
mudah-mudahan mengawal dan mengingatkan akan adanya suatu batasan-batasan
berprilaku dalam kehidupan.
0 komentar:
Posting Komentar